https://tk.tokopedia.com/ZShCCaaWK/
in

Motif Tambal Ukir Papua, Simbol Persatuan dalam Keragaman Budaya

Motif Tambal Ukir Papua menggambarkan persatuan berbagai suku dan kekayaan ragam hias tradisional Papua.

Batik Papua terus berkembang melalui inovasi motif yang terinspirasi dari budaya lokal. Salah satu desain unik yang lahir dari proses kreatif tersebut adalah Motif Tambal Ukir.

Motif ini terinspirasi dari ragam hias ukiran tradisional Papua yang kemudian dipadukan dalam satu komposisi seperti tambal-menambal kain.

Konsep tersebut sebenarnya mengambil inspirasi dari Motif Tambal dalam tradisi batik Jawa. Dalam budaya Jawa, Motif Tambal memiliki filosofi memperbaiki sesuatu yang rusak dan menjadi simbol harapan kesembuhan.

Ragam Hias Papua dalam Satu Motif

Pada Motif Tambal Ukir Papua, berbagai pola ukiran tradisional dari beragam suku Papua disusun menjadi satu kesatuan motif baru.

Secara visual, motif ini menggambarkan kekayaan seni ukir Papua yang sangat beragam. Setiap elemen memiliki bentuk berbeda, tetapi tetap harmonis ketika disatukan dalam selembar kain batik.

Motif ini dikembangkan dalam dua versi, yakni Motif Tambal Ukir Besar dan Motif Tambal Ukir Kecil.

Filosofi Persatuan Masyarakat Papua

Secara filosofis, Motif Tambal Ukir memiliki makna yang sangat mendalam. Penelitian menjelaskan bahwa motif ini melambangkan persatuan berbagai suku di Papua dalam menghadapi persoalan hidup bersama.

Permasalahan sosial dianalogikan sebagai penyakit yang harus diperbaiki bersama-sama. Karena itu, konsep “tambal” dimaknai sebagai usaha memperbaiki dan menyatukan kembali kehidupan masyarakat.

Makna tersebut sangat relevan dengan kondisi Papua yang memiliki keragaman budaya, bahasa, dan suku yang sangat luas.

Motif Kecil untuk Kesan Lebih Dinamis

Motif Tambal Ukir Kecil dibuat dengan ukuran ornamen lebih rapat sehingga memberi kesan ramai dan dinamis.

Selain alasan estetika, motif kecil juga dibuat agar sesuai untuk berbagai bentuk tubuh dan kebutuhan konsumen. Penelitian menyebutkan motif kecil dapat membantu menyamarkan ukuran tubuh yang besar atau gemuk.

Dalam uji peminatan konsumen, Motif Tambal Ukir Kecil memperoleh tingkat kesukaan sebesar 16 persen, sedangkan versi besar mendapat 15 persen.

Potensi Besar Industri Batik Papua

Penelitian menyebutkan bahwa pengembangan motif baru memiliki potensi ekonomi yang besar karena mampu memperluas pasar batik Papua.

Dengan semakin banyak pilihan motif, konsumen memiliki lebih banyak alternatif untuk memilih batik Papua sesuai selera mereka.

Selain menjadi produk fesyen, batik Papua juga berkembang sebagai suvenir wisata dan produk industri kreatif yang mendukung sektor pariwisata daerah.

Melalui Motif Tambal Ukir, batik Papua berhasil menunjukkan bahwa keberagaman budaya dapat menjadi sumber inspirasi kreatif yang bernilai tinggi.

Sumber:
Irfa’ina Rohana Salma, Suryawati Ristiani, dan Anugrah Ariesahad Wibowo. “Piranti Tradisi dalam Kreasi Batik Papua.” Dinamika Kerajinan dan Batik Vol. 34 No. 2 Tahun 2017.

Written by Batiklopedia

Batiklopedia.com merupakan portal berita spesialis yang mengangkat isu seputaran dunia batik, kriya, dan wastra Nusantara. Tujuan awal pembuatannya adalah untuk mendokumentasikan pelbagai hal berkaitan dengan upaya pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

Motif batik Papua berkembang semakin beragam dengan inspirasi budaya lokal seperti Honai, Raja Ampat, dan Cendrawasih.

Motif Batik Papua Semakin Beragam, dari Raja Ampat hingga Honai