Setelah sertifikat Indikasi Geografis (IG) Batik Cirebon resmi diterbitkan, langkah nyata berikutnya datang dari pembentukan Kelompok Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (KMPIG). Menurut Komarudin Kudiya, Ketua Asosiasi Perajin Batik dan Bordir Indonesia (APBBI) sekaligus salah satu penggagasnya, KMPIG bukan sekadar struktur organisasi administratif, melainkan komunitas pelindung nilai, mutu, dan identitas batik Cirebon.
Sebagai wadah bersama, KMPIG berfungsi memastikan setiap kain batik berlabel IG benar-benar memenuhi standar kualitas dan keaslian. Untuk mendukung operasional, kelompok ini mendapatkan bantuan satu unit komputer dari Yayasan Batik Indonesia (YBI) serta printer dari APBBI. Dukungan ini memperkuat sistem digitalisasi dan manajemen data perajin.
Anggota KMPIG cukup membayar Rp1 juta sekali seumur hidup, yang memberikan hak mencantumkan logo resmi IG pada produk mereka. Setiap produk kemudian melalui proses penilaian kualitas berdasarkan tiga kelas:
- Grade A: Rp100.000 per produk
- Grade B: Rp75.000 per produk
- Grade C: Rp50.000 per produk
Dana yang terkumpul digunakan untuk mendukung biaya manajemen, verifikasi, dan kegiatan operasional KMPIG. Lebih dari itu, setiap kain batik kini disertai kode QR berisi data lengkap: nama perajin, lokasi, jenis kain, pewarna, hingga motif yang digunakan—menjadikan setiap karya batik terverifikasi dan transparan bagi pembeli.
Prestasi KMPIG tak berhenti di tingkat lokal. Dalam pameran World Intellectual Property Organization (WIPO), tiga batik berindikasi geografis dari Indonesia turut ditampilkan, dan salah satunya menarik perhatian peserta asal Swiss karena dianggap “unik dan autentik”. Momen ini menjadi bukti bahwa perlindungan IG bukan hanya simbol hukum, tetapi juga strategi globalisasi budaya berbasis nilai lokal.
Bersama KMPIG, Batik Cirebon tidak hanya dijaga bentuknya, tetapi juga dihidupkan kembali semangat spiritual dan filosofi pembuatannya, seperti yang tampak dalam Batik Merawit — warisan dari Keraton Kesepuhan yang memadukan dzikir, ketekunan, dan keindahan dalam setiap garisnya.

