Kabupaten Bintan – Pemerintah terus mendorong penguatan industri daerah sebagai motor penggerak ekspor nasional. Upaya tersebut terlihat dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Perdagangan Roro Esti Widya Putri ke sejumlah industri strategis di Provinsi Kepulauan Riau, Senin (9/3).
Dalam kunjungan tersebut, Wamendag meninjau tiga sektor industri penting yang dinilai memiliki potensi besar di pasar global. Ketiga lokasi tersebut meliputi PT Bionesia Organic Foods di kawasan Bintan Industrial Estate, Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam di Kabupaten Bintan, serta perusahaan elektronik PT Sat Nusapersada Tbk di Batam.
Kunjungan ini bertujuan melihat langsung kapasitas produksi industri daerah sekaligus mendorong peningkatan ekspor produk unggulan dari Kepulauan Riau.

Industri Kelapa Terintegrasi Berorientasi Ekspor
Agenda pertama dilakukan di PT Bionesia Organic Foods yang berlokasi di kawasan industri Bintan. Di fasilitas ini, Wamendag melihat secara langsung proses pengolahan kelapa beserta produk turunannya.
Perusahaan tersebut memproduksi berbagai produk berbasis kelapa, antara lain kelapa konsentrat, desiccated coconut, air kelapa, hingga produk kelapa beku yang telah dipasarkan ke berbagai negara, termasuk Tiongkok.
Menurut Wamendag Roro, model pengolahan komoditas kelapa yang terintegrasi dari hulu hingga hilir mampu memberikan nilai tambah besar bagi perekonomian daerah.
“Potensi industri di Kepulauan Riau, khususnya di Bintan dan Batam sangat besar. Pemerintah akan terus mendorong agar produk-produk unggulan daerah mampu memperluas akses ke pasar internasional sehingga mendongkrak kinerja ekspor Indonesia,” ujarnya.
Selain meningkatkan nilai tambah komoditas, industri ini juga dinilai berkontribusi dalam pemberdayaan tenaga kerja lokal di wilayah Bintan.
Sementara itu, Head of Business Development PT Bintan Inti Industrial Estate, Gabryel Priam Bodo Sujarwo menjelaskan bahwa pengelola kawasan terus meningkatkan dukungan infrastruktur bagi perusahaan yang beroperasi di dalam kawasan industri.
Selain fasilitas produksi, kawasan ini juga menyediakan layanan logistik dan dukungan operasional yang mempermudah aktivitas ekspor perusahaan.
Sentra Fashion Bintan Siap Bidik Pasar Regional
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam. Di lokasi ini, Wamendag meninjau berbagai produk fesyen yang dihasilkan pelaku usaha lokal.
Produk yang diproduksi antara lain seragam perkantoran, seragam instansi pemerintah, serta pakaian untuk berbagai kegiatan komunitas.
Menurut Wamendag, posisi geografis Kepulauan Riau menjadi keunggulan strategis bagi pelaku usaha di wilayah tersebut. Kedekatan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura membuka peluang besar untuk memperluas pasar ekspor.
Ia mendorong pelaku usaha memanfaatkan berbagai fasilitas dukungan dari Kementerian Perdagangan, termasuk jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk menjajaki peluang pasar baru.
Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bintan, Dian Erfanita, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia berharap kunjungan ini dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi para perajin.
Menurutnya, peluang bertemu dengan calon pembeli internasional dapat mendorong peningkatan produksi sekaligus memperkaya ragam produk yang dihasilkan pelaku usaha lokal.
Industri Elektronik Batam Terus Perluas Ekspor
Kunjungan terakhir dilakukan ke PT Sat Nusapersada Tbk di Batam. Perusahaan ini merupakan salah satu produsen elektronik besar yang memproduksi berbagai perangkat teknologi.
Produk yang dihasilkan antara lain telepon seluler, laptop, tablet, printer, hingga perangkat pelacak berbasis Global Positioning System (GPS). Produk-produk tersebut telah dipasarkan baik di pasar domestik maupun internasional.
Wamendag Roro mengapresiasi kontribusi perusahaan dalam mengembangkan industri elektronik nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Ia menegaskan komitmen Kementerian Perdagangan untuk terus mendukung ekspor produk elektronik Indonesia melalui berbagai kebijakan yang mempermudah akses pasar global.
Direktur Utama PT Sat Nusapersada Tbk, Abidin Fan Hasibuan, mengatakan bahwa perusahaan tetap menyiapkan rencana ekspansi bisnis pada 2026 dan tahun-tahun mendatang.
Meski dinamika geopolitik global perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi dunia, ia menilai permintaan dari pasar luar negeri masih relatif stabil.
“Pesanan dari pasar internasional hingga saat ini masih berjalan dengan baik,” ujarnya.
Kepulauan Riau sebagai Pusat Industri Ekspor
Kunjungan kerja ini menegaskan peran strategis Kepulauan Riau sebagai salah satu pusat industri berorientasi ekspor di Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur kawasan industri, kedekatan dengan jalur perdagangan internasional, serta pengembangan produk bernilai tambah, wilayah ini dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat daya saing ekspor nasional. Pemerintah berharap sinergi antara pelaku industri, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dapat terus mempercepat pertumbuhan industri sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.

