in

Melepas Pekerjaan Demi Sepatu Batik

ECY EDIT-14Bermula dari sulitnya ia memilih ukuran sepatu yang pas untuk kakinya, ia kemudian membuat sendiri sepatunya. Kemudian tergerak untuk memproduksi lebih banyak lagi karena pujian orang-orang terhadap sepatunya yang unik. Maka ia membuat sepatu batik.

Usahanya baru berjalan hampir tiga tahun. “Aku sebenarnya ingin membuat sepatu untuk sendiri, tapi banyak teman-teman berkomentar dan menyukai sepatu buatanku,” ujar pemilik nama lengkap Hesty Pramestiningtyas atau lebih dikenal dengan panggilan Eci Chen. “Nama Chen di belakang nama panggilanku berasal dari nama suamiku. Aku menganggapnya nama ini membawa hoki,” tambahnya.

Pekerjaannya di sebuah perusahaan ternama akhirnya dilepasnya. Ia pun concern mengembangkan hobinya tersebut.

Pada awalnya, sketsa-sketsa desain sepatu buatannya diserahkan kepada perajin sepatu. Kemudian setelah keyakinannya tumbuh untuk makin memantapkan langkahnya di dunia sepatu, ia membuat workshop sepatu hingga kini memiliki delapan perajin sepatu yang mendukungnya. Juga semula produknya dipasarkan di Pasaraya, kemudian bertambah dengan mendirikan outlet-nya sendiri di Cilandak Town Square Jakarta Selatan.

Label Eci Loveshoes pun dibuat. Menandakan pula kecintaan dirinya terhadap sepatu. Desainnya mengacu pada konsep modern ethnic, yakni menggunakan material-material etnik dengan desain modern. Salah-satu material etnik yang dikenakannya adalah menggunakan kain batik.

Dalam satu koleksinya terbagi menjadi beberapa seri untuk optional buyer-nya. Padu-padan batik dipasangkan dengan material lainnya seperti kulit dan kain lainnya.

Sumber: Majalah BATIK On Fashion

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

aksen batik

Aksen Batik Lasem Gendhis Bag

membatik

Membatik Metal