Hits Batik Solo Di SBF Ke-9

Batik Solo

Kekhasan batik di tiap daerah menjadi daya pikat tersendiri. Sebagai produk budaya, batik erat kaitannya dengan produk busana. Solo Batik Fashion (SBF) yang telah digelar kesembilan kalinya memadukan tradisi membatik dengan aplikasinya sebagai busana. Tidak hanya batik Solo yang diperagakan, tetapi juga batik dari wilayah lain.

Solo Batik Fashion adalah event tahunan yang menjadi agenda Pemerintah Kota Surakarta. Event ini selalu digelar tiap tahunnya untuk memberikan kontribusi positif di bidang fashion Indonesia dengan material batik sebagai bahan baku utama busananya. Untuk yang kesembilan kalinya, SBF tahun ini digelar mulai 13 – 15 Oktober 2017 di Solo Paragon Mal.

Mengambil tema utama Archipelago, SBF 9 mengungkap inspirasi yang datang dari ragam pulau di Indonesia yang terdiri dari laut, udara, dan daratan sebagai satu kesatuan nusantara sebagai wawasan ideologi.

Pada jumpa pers di Solo Paragon Mal (11/10), kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Solo Nunuk Mari Hastuti mengungkapkan acara tersebut tidak saja diikuti oleh perancang busana batik asal Kota Solo saja, tetapi juga perancang batik dari daerah lain di Indonesia. Sedangkan tema utama Archipelago dijelaskan olehnya pula sebagai wujud keragaman berkonsep alam. “Tema tersebut diangkat karena Indonesia memiliki banyak ragam kain batik, bahkan di pelosok-pelosok yang belum tentu dikenal oleh masyarakat luas.”

Ketua Pelaksana SBF 9 Djongko Rahardjo menyebut ada 300 busana yang ditampilkan dari fashion designer lokal dan nasional. “Harapan saya para peserta dapat menangkap tema Archipelago ini dan menampilkan hasil karya terbaik mereka,” katanya.

Misi idealis yang diemban pada perhelatan ini pula adalah tidak menghendakinya batik printing atau tekstil motif batik masuk ke dalam peragaan busana SBF 9. Hal yang juga dianjurkan pada SBF di tahun-tahun sebelumnya.

Harapan lainnya dari perhelatan ini adalah SBF dapat mengarahkan para kreator busana, perajin, pengusaha fashion dan konsumen, mengapresiasi batik sebagai busana kebanggaan khas Indonesia. Sekaligus pula mengukuhkan Solo sebagai kota budaya.

Solo Batik Fashion diharapkan menjadi wadah bagi para perancang busana dalam mempromosikan dan meningkatkan kualitas maupun kuantitas karya mereka dalam menghadapi era ekonomi global. Karena Perancang Busana, Kreator, merupakan ujung tombak untuk mengarahkan Masyarakat dalam menciptakan trend busana / trend setter, baik dalam tingkat Daerah Nasional, maupun Internasional.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

150 Tahun Kereta Api Indonesia Diperingati Di Belanda

Batik Bekasi kombas

Mengasosiasikan Bekasi Dalam Batik Bekasi