Menyusur Batik Betawi Di Lebaran Betawi

Dekranasda DKI Jakarta Nita Seno Adji

Lebaran Betawi usai digelar di Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan Jagakarsa, Jakarta Selatan, 20 sampai dengan 30 Juli 2017 lalu. Menampilkan berbagai kesenian khas Betawi seperti tanjidor, ondel-ondel, gambang kromong, tarian, silat, rebana biang, lenong, gambus, orkes melayu, lomba pantun, batik Betawi, hingga layar tancap.

Selain itu, Lebaran Betawi juga semakin meriah dengan lomba memancing dan bazar kuliner. Ketua Umum Bamus Betawi Zainudin mengatakan, Lebaran Betawi yang ke-10 ini membawa pesan rasa syukur.

“Lebaran Betawi kali ini kami maksudkan dalam rangka rasa syukur orang Betawi terhadap beberapa hal,” ujar Zainudin alias Oding, Selasa (25/7/2017).

Oding mengatakan, warga Betawi bersyukur karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan peraturan daerah tentang pelestarian budaya Betawi dan peraturan gubernur tentang pelaksanaan pelestarian budaya Betawi. Dengan adanya peraturan-peraturan tersebut, masyarakat Betawi dan budayanya secara hukum telah diakui menjadi tuan rumah di Ibu Kota.

Busana Khas

Rekam jejak kekayaan budaya Betawi terekam dalam medium busana. Warisan budaya Betawi dari segi mode pun sebenarnya sangat beragam. Bagi pria, gaya memakai rantai bandul gading, jam saku hingga memakai kopiah dan sarung sangat kental seperti yang terlihat dalam serial lawas Si Doel.

Sedangkan untuk wanita, ada juga kebaya encim hingga peniti tiga susun yang disematkan dalam busana sebagai salah satu ciri khas identitas, seperti yang diungkapkan desainer mode, Ichwan Toha yang notabene orang Betawi asli asal Tanah Abang.

Batik Betawi

Bagi orang awam yang lebih memilih simbolisasi Betawi dalam Batik, pakar mode dan pengajar tekstil, Sonny Muchlison menambahkan bahwa sebenarnya batik Betawi adalah hasil asimilasi dari banyak budaya.

Batavia yang dilalui oleh banyak suku dan bangsa sebagai pusat bisnis tempo dulu, memiliki pengaruh Belanda, China, Jawa, Arab hingga Portugis.

Saat itu, batik tidak diproduksi langsung di Jakarta, namun dikirim oleh produsen dari berbagai pelosok, seperti Lasam, Cirebon, Pekalongan hingga Indramayu. Meski demikian, ada sentra penghasil batik Betawi. Diantaranya adalah Batik Betawi Terogong dan Batik Betawi Pal Putih. Keduanya berada di wilayah Jakarta Selatan.

Lima Wilayah

Menurut Sonny, motif batik Betawi haruslah memiliki elemen yang mencirikan kearifan lokal Betawi yang sudah dilindungi. “Jika menemukan motif Monas, itu sebenarnya kurang tepat, karena monas mewakili nasional, bukan Betawi,” ungkap Sonny.

Yang paling populer menurutnya adalah motif bunga dan dedaunan. Sebut saja bunga tapak dara, bunga kerak nasi, flamboyan, hingga daun sirih.

Adapula motif satwa seperti penyu dengan moncong terbuka dan burung bondol. Sedangkan variasi yang lebih modern terjadi dengan menambahkan elemen budaya seperti lenong hingga ondel-ondel.

Motif tradisional lainnya juga datang dari makanan khas seperti kue kembang goyang hingga warna-warni putu mayang. Untuk urusan besar-kecil motif dan pilihan warna, tidak ada yang spesifik, karena semua disesuaikan dengan selera pembeli.

Harga

Batik Betawi selalu didatangkan dari luar DKI Jakarta, baik yang cap maupun tulis, menurut Sonny. Untuk cap harganya lebih terjangkau, sedangkan untuk batik tulis karena pengerjaannya lebih rumit biasanya harga akan lebih tinggi, sesuai kerumitan desain.

“Ada yang dimulai dari Rp350 ribu hingga ke atas,” ujarnya. Bagi yang ingin mengetahui lebih dalam varian batik khususnya Batik Betawi, bisa mendatangi Dekranasda yang berada di Jalan KH. Mas Mansyur, Jakarta Pusat.

Sumber: CNN Indonesia

What do you think?

1 point
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

50 Motif Batik Terbit Di Ujung Timur Jawa

Perajin dan Pengusaha Batik Bentuk APPBI Songsong Masa Depan Industri Batik