Anggota Negara Asia Tenggara Gelar HUT Ke-50 ASEAN Di Belanda

ASEAN merupakan organisasi multilateral antar negara Asia Tenggara dengan anggotanya Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, dan Thailand. Menginjakkan usianya yang ke 50, hari jadi ASEAN digelar pula di Kedutaan Besar Malaysia di Den Haag, Belanda (8/8).

Acara yang berlangsung pukul 10.00 hingga 13.00 dibuka dengan penaikan bendera dengan diiringi lagu Mars ASEAN atau ASEAN Anthem (ASEAN Way).

Perwakilan dari masing-masing negara ASEAN yang hadir dalam acara tersebut adalah lima duta besar negara ASEAN di Belanda, diantaranya adalah Duta Besar Filipina Jamie Victor B. Ledda, Duta Besar Indonesia I Gusti Agung Wesaka Puja of Indonesia, Duta Besar Viet Nam Ngo Thi Hoa, Duta Besar Thailand Pornprachai Ganjanarint dan Duta Besar Malaysia, Ahmad Nazri Yusof, sebagai tuan rumah.

Hadir pula Walikota Den Haag Pauline Krikke dan Direktur Asia dan Oseania Kementerian Luar Negeri Belanda Peter Portman, serta diplomat dari pewakilan negara-negara ASEAN di Den Haag pun.

Aset Keberagaman

Duta Besar Malaysia Ahmad Nazri Yusof, dalam pidato sambutannya menekankan ASEAN Comunnity Vision 2015, yakni ASEAN sebagai komunitas yang berorientasi dan berpusat kepada keragaman masyarakatnya sebagai aset yang sangat penting.

ASEAN yang beranggotakan sepuluh negara anggora memang memiliki keragaman identitas, budaya dan agama namun di sisi lain bekerjasama menciptalan keamanan dan kesejahteraan bersama.

Peluncuran Logo ALC

Dalam kesempatan yang sama, ASEAN Ladies Circle (ALC) yang diketuai isteri Duta Besar Malaysia untuk Kerajaan Belanda, Datin Syarizan Adzlinda, meluncurkan logo resmi ALC Den Haag. Zakaria menjelaskan bahwa logo ALC mengekspresikan keharmonisan, persahabatan dan solidaritas. “Kami memilih warna merah, biru dan kuning untuk mewakili negara-negara ASEAN terhadap Den Haag. Bunga Tulips yang dipilih mengartikan persahabatan yang didasari oleh mengerti dan dipahami” tutur Datin Syarizan Adzlinda.

Tarian Manuk Rawa

Acara dilanjutkan dengan penampilan beberapa pertunjukan budaya dari masing-masing negara ASEAN yang hadir. Seperti Malaysia menampilkan sosok penyanyi dengan menggunakan pakaian cantik benuansa coklat yang tertutup rapih dan sopan sambil menyanyikan dua lagu tradisional Malaysia yang berjudul Zapin Budi dan Joget Pahang.

Filipina menampikan paduan suara yang turut di dalamnya Dubes Filipina untuk Kerajaan Belanda bernyanyi. Vietnam pun juga menampilkan sepasang penyanyi untuk menyanyikan lagu daerah mereka. Dan Indonesia menampilkan dua remaja putri dari Sekolah Indonesia di Wassenar sebagai perwakilan Indonesia menampilkan tarian Manuk Rawa yang berasal dari Bali yang mempertontonkan kemolekan, keelokan dan keharmonisan gerak dengan musik oleh tubuh penari yang telah terlatih.

Tarian Manuk Rawa ini menggambarkan perilaku seekor burung air rawa yang dibalut dengan kostum yang cukup meriah. Akhir dari acara ASEAN 50 Ceremony ini ditutup oleh empat orang remaja perempuan dari Thailand yang menyanyikan dua lagu tentang cinta yang terkenal dan musik yang berasal dari negara mereka.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

Menabur Batik Jogja Di Penjuru Kabupaten Sleman

Batik Pacitan Hadir Dengan Motif Andalannya